Anggie
Blog Universitas Komputer Indonesia

Teknik dan Metode Penyembuhan Kuno Menyeramkan Dan Menyakitkan

Saat ini teknologi memang sudah berkembang pusat begitupun dengan dunia pengobatan dan kedokteran. Bayangkan dahulu  kala dimana belum ada metode penyembuhanmodern, hal apa saja yang dilakukan untuk menolong nyawa manusia.

3 Metode Penyembuhan di Zaman Dulu

Mengutip dari situs bicara Indonesia, perkembangan ilmu sains memang tidak diragukan lagi. Manfaatnya juga sangat banyak untuk keberlangsungan hidup manusia. Namun berbeda dengan zaman dulu ketika belum ada teknologi dan alat-alat modern untuk membantu meringankan pekerjaan tenaga medis.
 
1.     Pengobatan Lobotomi Sadis
Sebelum adanya pemahaman terkait dengan keadaan psikologi manusia, dahulu jika ada orang dianggap depresi, skizofrenia atau gangguan jiwa lainnya akan diobati dengan cara lobotomy. Ini termasuk salah satu hal sadis yang dilakukan untuk menolong manusia dari semua metode penyembuhan.
Pasalnya pasien akan dimasukkan sebuah alat melalui rongga mata atau secara langsung membuat lubang pada tengkorak. Nantinya alat ini akan memotong saraf yang dianggap membuat emosi seseorang menjadi berlebihan. Padahal pada praktiknya resiko yang diterima pasien sangat berat.
 
2.     Pengobatan Trepanasi Trend di Eropa
Sumber informasi artists against ttip menjelaskan, metode penyembuhan satu ini terkenal sekali di masanya. Bahkan banyak juga lukisan-lukisan seniman lokal yang turut menjelaskan seolah mengkampanyekan praktik tersebut di kalangan masyarakat luas. Namun nyatanya  banyak juga negara selain Eropa turut menggunakannya seperti Mesir dan Tiongkok.
 
Trepanasi adalah jalan untuk menyembuhkan penyakit di kepala seperti migrain, epilepsi, sakit kepala biasa, bahkan sampai gangguan jiwa. Nantinya kepala pasien akan dilubangi tanpa memecahkan pembuluh darah. Dipercaya setan atau roh jahat akan keluar melalui lubang tersebut.
 
3.     Bloodletting
Selanjutnya adalah pengobatan bloodletting yang tak kalah mengerikannya dengan metode-metode sebelumnya. Dasar dari adanya cara ini adalah kepercayaan orang dahulu jika penyakit sumbernya adalah dari darah kotor atau tidak sehat. Jika ada yang sakit maka akan dipotong salah satu komponen.
 
Entah itu empedu hitam, dahak, darah, dasar, dan empedu biasa. Bisa dibayangkan betapa ngerinya pengobatan tersebut. Faktanya bukannya berujung kesembuhan justru para pasien yang menjalankan pengobatan tersebut berujung kematian karena cara yang salah dan tak tahan dengan rasa sakit.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 18 Desember 20 - 06:50 WIB
Dibaca sebanyak : 175 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback